Indonesia Dorong Penguatan Nelayan Skala Kecil di Forum FAO

Info Maritim, Nasional1418 Dilihat

Jakarta, indomaritim.com – Indonesia mendorong penguatan nelayan skala kecil sebagai bagian dari pembangunan kelautan dan perikanan berkelanjutan dalam Sidang ke-37 Komite Perikanan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO Committee on Fisheries/COFI) di Roma, Italia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan komitmen terhadap perikanan skala kecil perlu diwujudkan melalui kebijakan dan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat nelayan.

“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia tetap berkomitmen penuh terhadap perikanan berkelanjutan yang melindungi laut, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan,” ujar Trenggono seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Kamis.

Ia menyampaikan sekitar 90 persen nelayan Indonesia merupakan nelayan skala kecil yang berkontribusi besar terhadap produksi perikanan tangkap nasional. Untuk itu, penguatan nelayan skala kecil dinilai menjadi bagian penting dari kebijakan pemerintah Indonesia.

Menurut Trenggono, salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui penyusunan Rencana Aksi Nasional Perikanan Skala Kecil (National Plan of Action for Small-Scale Fisheries/NPOA-SSF), sebagai penerapan Pedoman Sukarela FAO untuk Perikanan Skala Kecil yang Berkelanjutan.

Indonesia termasuk kelompok negara anggota FAO yang telah menyusun NPOA-SSF. Di Asia, Indonesia dan Filipina disebut sebagai negara yang telah memiliki rencana aksi nasional tersebut.

Dalam forum yang berlangsung pada Senin (7/9) tersebut, Trenggono mengatakan kebijakan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), yang mencakup pembangunan infrastruktur, penguatan kelembagaan dan koperasi nelayan, akses pasar, peningkatan kapasitas, serta pengembangan rantai nilai hasil perikanan.

“KNMP adalah salah satu contoh bagaimana komitmen Indonesia terhadap perikanan skala kecil diterjemahkan dari kebijakan nasional menjadi aksi nyata di tingkat masyarakat,” katanya.

Pada 2025, pemerintah telah membangun 100 KNMP di berbagai wilayah Indonesia dan menargetkan pengembangannya hingga 5.000 desa pada 2029.

Dalam forum tersebut, Trenggono juga menyampaikan apresiasi terhadap agenda Transformasi Biru FAO yang dinilai sejalan dengan kebijakan ekonomi biru Indonesia dalam mendorong keberlanjutan sumber daya perairan, ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Indonesia mendorong agar penguatan perikanan skala kecil tidak berhenti pada komitmen kebijakan, tetapi diwujudkan melalui program yang mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut. (Hes)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar