Pencarian Wartawan Hilang Diperluas Hingga ke Tepian Anak Krakatau

Info Maritim1107 Dilihat

Pandeglang, indomaritim.com – Kepala SAR Banten Al Amrad mengatakan operasi SAR gabungan melakukan perluasan sektor pencarian terhadap speed boat (kapal cepat) yang membawa rombongan jurnalis hingga mendekati perairan sekitar tepi Gunung Anak Krakatau.

Menurutnya, perluasan penyisiran ini dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan mengingat dinamika aktivitas vulkanik serta cuaca di sekitar perairan tersebut masih dalam kondisi siaga.

“Monitoring perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kemarin ada permintaan bahwa gimana kira-kira kalau kita masuk ke wilayah sini (Anak Krakatau). Tetapi tetap akan kita coba apabila itu dalam kondisi aman, safety paling tidak yang utama,” kata Al Amrad di Pandeglang, Kamis.

Selain itu dalam operasi pencarian di hari ketiga ini, unsur udara nirawak atau drone juga turut disiagakan di atas kapal untuk memaksimalkan jangkauan visual. Kendati demikian tim SAR tetap mewaspadai faktor meteorologi laut, termasuk pergerakan arah angin yang dinamis di sekitar Selat Sunda.

“Drone itu tetap kami bekali di satu kapal. Hari ini juga tetap kami siapkan, tapi melihat kondisi di lapangan, yang kadang-kadang arah angin berubah, itu tetap harus kita perhatikan,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa tim SAR gabungan akan melaksanakan operasi dengan dibagi secara terstruktur melalui pembagian wilayah kerja dari pelabuhan di Banten hingga perairan Lampung.

“Kita sedikit memberikan informasi perihal perizinan operasi yang hari ini menjadi divisiktor, dimana nanti kita berbagi dalam sektor itu dari Pelabuhan Ciwandan dan kemudian KN SAR Basudewa, Kantor SAR Lampung, yang kemudian KRI Beserta dan Lepu itu bergerak dari wilayah Lampung,” jelasnya.

​”Untuk luas area pencarian hari ini mencakup wilayah seluas 2.109 nautical mile persegi,” ucapnya seperti dikutip dari Antara.

Kemudian selama operasi SAR gabungan ini pihaknya telah mengerahkan sejumlah alutsista laut, antara lain KRI Lepu, KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KAL Pohawang, KP Sanjaya, serta unsur Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Banten.

Selain penyisiran di laut lepas, tim SAR juga mengoptimalkan peran nelayan lokal untuk menjangkau wilayah pesisir.

“Yang di sektor E, untuk di sektor E itu kita nanti setelah dari rekan-rekan kita mendampingi para nelayan yang melakukan searching, itu mereka melakukan searching di pesisir-pesisir Banten,” kata dia. (Dul)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar