Jakarta, indomaritim.com – Kapal induk Angkatan Laut Italia, ITS Giuseppe Garibaldi-551 tiba dan merapat di Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta, Jumat (17/9/2026), setelah berlayar sejauh 6.870 mil laut dari Taranto, Italia sejak 24 Agustus 2026.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengunjungi kapal induk itu bersama Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono dan para pejabat tinggi TNI lainnya.
Menurut rencana, kapal induk helikopter yang dihibahkan pemerintah Italia untuk Indonesia itu akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya dengan nomor lambung 100. Peresmiannya sebagai kapal perang RI (KRI) dilakukan 24 September, ditandai dengan penurunan bendera Italia dan penaikan bendara Merah Putih.
Selain itu akan dikibarkan ular-ular perang TNI AL sebagai tanda KRI Sriwijaya-100 berstatus sebagai KRI serta pelantikan komandan kapal untuk pertama kalinya, yakni Kolonel Laut (P) Fuad Hassan yang ikut berlayar di Italia mendampingi Komandan Garibaldi, Captain (Kolonel Laut) Marco Guerriero.
Sejak berlayar dari Italia, kapal itu masih memakai bendera Italia dan dikawal dua fregat Angkatan Laut Italia. Kapal itu meninggalkan kota pelabuhan Taranto di Laut Mediterania.
Rute kapal selepas dari Taranto adalah Terusan Suez dan Laut Merah kemudian Jeddah dan Kolombo, melintasi Samudra Hindia untuk masuk ke Selat Malaka dan perairan Indonesia di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I.
Sejak memasuki perairan Indonesia, Garibaldi disambut dan dikawal oleh dua fregat TNI AL, KRI Brawijaya-220 dan KRI Prabu Siliwangi-221. Kedua fregat itu merupakan fregat buatan Italia yang baru dibeli Indonesia.
Satuan Kapal Bantu
Sementara itu, Kasal Laksamana Muhammad Ali mengatakan Garibaldi setelah menjadi KRI kemungkinan akan masuk jajaran satuan kapal bantu. “Kemungkinan ke satuan kapal bantu, atau mungkin kita bentuk satuan kapal yang baru,” kata Laksamana Ali kepada wartawan usai mendampingi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau kapal.
Kapal induk itu menurut Ali juga siap digunakan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan sesuai dengan perintah Presiden Prabowo Subianto.
“Apabila dibutuhkan, bisa gunakan untuk kepentingan operasi militer selain perang (OMSP),” kata Muhammad Ali
Namun, kapal tidak bisa langsung dikerahkan ke Kalimantan dalam waktu dekat. Kapal harus menjalani serah terima terlebih dahulu dari pihak Italia ke Indonesia pada 24 September 2026.
Selain itu, kapal juga harus menjalani retrofit atau modernisasi untuk menyesuaikan teknologi kapal dengan kebutuhan doktrin operasi TNI AL.
“Jadi kita sesuaikan dengan kepentingan Angkatan Laut kita di Indonesia dengan situasi di laut tropis, kita sesuaikan apa yang perlu ditambahkan apa yang tidak perlu,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo dalam rapat terbatas mengenai penanganan bencana di Jakarta, Senin (7/9), mengatakan Giuseppe Garibaldi akan dimodifikasi untuk mendukung pengoperasian helikopter dan pesawat nirawak (drone).
Menurut Presiden, kapal tersebut nantinya mampu menampung sekitar 10 helikopter kelas menengah dengan kemampuan mengangkut air untuk mendukung operasi penanganan kebakaran hutan. (RR)








Komentar