Ditingkatkan, Pengawasan di Pantai Selatan Cianjur

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut karena cuaca ekstrim

Daerah19 Dilihat

Cianjur, indomaritim.com – Petugas gabungan Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meningkatkan pengawasan di sepanjang pantai selatan Cianjur, guna mencegah terjadinya kecelakaan laut dan melarang masyarakat atau nelayan dan wisatawan mendekati bibir pantai karena cuaca ekstrim.

Camat Cidaun Gagan Rusganda di Cianjur, Minggu, mengatakan imbauan terkait larangan tidak melaut dan mendekati bibir pantai sudah dilakukan sejak satu bulan terakhir akibat cuaca ekstrem dengan gelombang tinggi kerap melanda pantai selatan Cianjur.

Gelombang tinggi sulit diprediksi kerap terjadi sejak pagi hingga petang, sehingga dapat mengancam keselamatan nelayan dan wisatawan yang bermain dan berenang di pinggir pantai, gelombang dapat mencapai 5 meter setiap harinya.

“Kami bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan meningkatkan patroli di sepanjang pantai selatan guna mengimbau masyarakat tidak mendekati bibir pantai selama cuaca ekstrem dengan gelombang tinggi terutama saat akhir pekan,” katanya seperti dikutip Antara.

Pihaknya meminta pengelola tempat wisata menyampaikan imbauan yang sama bagi wisatawan yang datang guna mematuhi larangan tersebut dengan tidak berenang di pinggir pantai karena gelombang tinggi dapat terjadi setiap saat.

Termasuk menambah rambu peringatan tidak berenang atau mendekati bibir pantai di titik rawan yang kerap dijadikan tempat berenang warga dan wisatawan, dimana patroli dilakukan setiap hari melibatkan relawan dari setiap desa yang terletak di sepanjang pantai.

Pihaknya mencatat selama satu pekan terakhir dua kecelakaan laut menimpa nelayan yang pergi melaut, dimana dua perahu ditemukan dalam kondisi terbalik dan pengemudi tidak ditemukan, sehingga pencarian sempat dilakukan namun tidak membuahkan hasil.

“Laporan pertama terjadi akhir pekan lalu, dimana nelayan yang dilaporkan hilang hingga tujuh hari pencarian tidak ditemukan, sedangkan laporan kedua terjadi Minggu (25/10) seorang nelayan asal Cidaun dilaporkan hilang terbawa gelombang,” katanya.

Untuk mengantisipasi hal serupa pihaknya berkoordinasi dengan pihak TNI/Polri untuk menempatkan anggota dibantu relawan guna mengimbau nelayan tidak melaut sementara sampai cuaca kembali normal guna menghindari kecelakaan laut yang dapat merengut nyawa. (Dul)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar