Jakarta, indomaritim.com – Media memiliki peran penting dalam membentuk cara masyarakat memandang dunia. Berita yang disajikan setiap hari tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga turut membangun imajinasi kolektif tentang kehidupan, sesama manusia, dan lingkungan sosial.
Di tengah derasnya pemberitaan mengenai konflik, kekerasan, dan berbagai persoalan sosial, upaya menghadirkan kisah-kisah inspiratif menjadi salah satu cara untuk memperluas perspektif publik. Namun, menyampaikan kabar baik dinilai belum cukup. Kebaikan juga perlu didorong agar dapat diwujudkan dalam tindakan nyata.
Semangat itulah yang diusung DAAITV melalui upaya menghadirkan pemberitaan positif sekaligus menggerakkan kepedulian masyarakat. Selama 19 tahun, DAAITV konsisten menyajikan kisah-kisah inspiratif. Kini, upaya tersebut diarahkan lebih jauh, yakni mendorong agar nilai-nilai kebaikan tidak berhenti sebagai cerita, tetapi berkembang menjadi aksi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Salah satu wujud nyata semangat tersebut adalah pembangunan Jembatan Cinta Kasih Polapare di Sumba Barat Daya. Pada Mei 2026, DAAITV bersama sejumlah pihak mengunjungi wilayah tersebut untuk meresmikan jembatan kedua yang dibangun melalui semangat kepedulian dan gotong royong.
Kehadiran jembatan tersebut menjadi gambaran bagaimana kepedulian dapat diwujudkan melalui kerja bersama. Kebaikan tidak hanya disampaikan melalui pemberitaan, tetapi juga diterjemahkan menjadi tindakan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Salah satu sosok yang terlibat sebagai donatur dalam gerakan tersebut adalah Rachmansyah Hasanudin, yang akrab disapa Ko Acong. Baginya, kepedulian terhadap sesama berakar pada nilai-nilai yang ditanamkan ayahnya sejak ia kecil.
Ayahnya mengajarkan bahwa menolong orang lain tidak seharusnya dibatasi oleh perbedaan latar belakang maupun agama. Nilai tersebut ditunjukkan melalui kebiasaan berbagi dengan sesama, termasuk kepada pemeluk agama lain ketika Natal dan Idulfitri.
Teladan yang diterima sejak kecil itu menjadi landasan penting bagi tumbuhnya kepedulian Ko Acong terhadap orang lain. Pesan yang diwariskan keluarganya menempatkan kemanusiaan sebagai titik temu di tengah keberagaman.
Kisah Ko Acong memperlihatkan bahwa semangat berbagi dapat tumbuh dari lingkungan terdekat, kemudian berkembang menjadi kepedulian yang lebih luas. Nilai kebaikan yang diwariskan melalui keluarga dapat terus hidup ketika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diwujudkan melalui tindakan nyata.
Dalam konteks masyarakat yang beragam, sikap tersebut juga mengingatkan bahwa solidaritas tidak harus dibatasi oleh identitas agama. Kepedulian dapat menjadi ruang perjumpaan yang menghubungkan orang-orang dengan latar belakang berbeda.
Dari dunia korporasi ke aksi kemanusiaan
Ko Acong merupakan Chief Executive Officer PT Gaya Makmur Tractors sejak Juni 2021. Sebelumnya, ia menjabat sebagai direktur di PT Gaya Makmur Putra pada September 2014 hingga Mei 2021.
Karier profesionalnya dimulai di PT Dipo Star Finance pada 2000 sebagai marketing officer di cabang Medan. Ia kemudian menempati sejumlah posisi manajerial di Palembang, Surabaya, dan Jakarta hingga Agustus 2014.
Ia menyelesaikan pendidikan magister pemasaran di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya pada 2008–2010.
PT Gaya Makmur Tractors merupakan perusahaan pemasok alat berat yang didirikan di Jakarta pada 29 Agustus 2005. Perusahaan tersebut menyediakan berbagai peralatan untuk sektor konstruksi jalan, perkebunan, kehutanan, dan pertambangan, serta layanan purnajual dan jasa pendukung lainnya.
Di luar perjalanan profesionalnya, keterlibatan Ko Acong sebagai donatur menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat hadir berdampingan dengan aktivitas dunia usaha. Sumber daya dan kemampuan yang dimiliki seseorang dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk membantu masyarakat.
Mengubah cerita baik menjadi gerakan bersama
Selain Rachmansyah Hasanudin, sejumlah narasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ignatius Haryanto, Reza Alexander Watimena, dan Alie Humaedi. Kehadiran mereka memperkaya ruang perjumpaan untuk membicarakan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan peran berbagai pihak dalam mendorong perubahan sosial.
Melalui gerakan ini, DAAITV berupaya memperluas makna pemberitaan positif. Media tidak hanya berperan menceritakan orang-orang yang berbuat baik, tetapi juga dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam aksi yang membawa manfaat.

Pemberitaan positif bukan berarti mengabaikan persoalan atau menutup mata terhadap realitas yang sulit. Sebaliknya, kisah-kisah inspiratif dapat memperlihatkan bahwa di tengah berbagai tantangan, selalu ada orang yang memilih untuk peduli dan mengambil tindakan.
Kisah Jembatan Cinta Kasih Polapare dan teladan yang ditunjukkan Ko Acong menjadi pengingat bahwa kebaikan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti ajaran keluarga untuk menolong sesama. Ketika nilai tersebut bertemu dengan kemauan untuk bertindak dan dukungan banyak pihak, kepedulian berpeluang berkembang menjadi gerakan yang lebih luas.
Pada akhirnya, tantangan bagi media bukan hanya bagaimana menemukan dan menyampaikan cerita baik, melainkan juga bagaimana cerita itu dapat menginspirasi tindakan. Sebab, kebaikan akan memiliki dampak lebih besar ketika tidak berhenti sebagai berita, tetapi hidup dalam perilaku dan kerja bersama masyarakat. (Hes)














Komentar