Meulaboh, indomaritim.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memastikan segera melakukan pembangunan jembatan gantung di kawasan Canggai-Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, sebagai upaya meningkatkan akses transportasi masyarakat pascabencana banjir bandang.
“Proyek rehab jembatan gantung ini rencananya akan segera ditender dalam waktu dekat ini. Kami berharap pada bulan Juli mendatang mendatang, pengerjaan fisik nya sudah bisa dimulai,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora kepada Antara, Sabtu malam.
Ia mengatakan rehabilitasi jembatan ini telah berstatus skala prioritas utama pemerintah daerah. Saat ini, pihaknya tengah mengebut proses administrasi agar proyek bisa segera dilelang.
Sebagai informasi, urat nadi transportasi warga di Desa Jambak-Canggai, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat ini luluh lantak akibat terjangan banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.
Kondisi paling menyayat hati menimpa anak-anak sekolah. Demi menuntut ilmu, mereka nekat menyeberangi arus sungai atau bergantung pada perahu penyeberangan yang minim pengamanan.
Fadly mengakui, dampak dari putusnya jembatan ini melumpuhkan banyak sektor, mulai dari ekonomi, kesehatan, hingga pelayanan publik.
”Kami sangat merasakan kondisi masyarakat di sana, terutama anak-anak sekolah yang harus bertaruh risiko menyeberang sungai atau naik perahu,” ungkap Fadly.
Dinas PUPR Kabupaten Aceh Barat menyatakan optimis proyek ini akan segera berjalan, karena sumber anggaran tersebut sudah dialokasikan dalam TKDD 2026 sebesar Rp1 miliar lebih.
”Insya Allah, kalau tidak ada hambatan, pada Juli 2026 tahun ini proyek rehabilitasi jembatan gantung penghubung Gampong Canggai dan Jambak akan segera terealisasi setelah proses tender dilakukan,” kata Fadly menambahkan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengajak masyarakat untuk ikut mengawal dan mendoakan proyek ini agar berjalan tanpa hambatan.
”Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar proses ini berjalan lancar. Jembatan gantung ini adalah kebutuhan mendesak yang menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Aceh Barat,” kata Fadly Octora. (RR)








Komentar