Presiden Trump Marah soal Pasokan Senjata yang Kurang

Moskow, indomaritim.com – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengadakan rapat darurat Jumat malam waktu setempat untuk membahas kekurangan persenjataan menyusul percakapan telepon bernada marah Presiden AS Donald Trump kepada Wakil Menteri Pertahanan Steve Feinberg.

NBC, Kamis, mengutip sejumlah sumber, melaporkan bahwa rapat itu dihadiri oleh pejabat tinggi militer serta pejabat yang membidangi pengadaan alutsista.

Sebelumnya, The Washington Post melaporkan, mengutip sumber-sumbernya, bahwa Trump meminta penjelasan dari Menteri Perang Pete Hegseth mengenai kekurangan rudal dalam rapat kabinet di Camp David pada awal pekan ini.

Namun menurut Antara, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt kemudian membantah laporan tersebut dan menyebutnya tidak benar.

Laporan itu juga menyebut Hegseth menuding Feinberg karena tidak memberikan informasi mengenai kondisi persediaan persenjataan.

Pada 24 Juni, Gedung Putih mengajukan permintaan kepada Kongres untuk pendanaan tambahan sebesar 87,6 miliar dolar AS, termasuk 67,15 miliar dolar AS untuk Pentagon.

Sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk menutupi biaya operasi militer Amerika Serikat yang berkaitan dengan Iran.

Pada akhir Juli, Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan bahwa Amerika Serikat telah menggunakan lebih dari 1.500 rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot dan sekitar 200 rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara Terminal High Altitude Area Defense (THAAD).

Menurut CSIS, kondisi tersebut menyebabkan Amerika Serikat menghadapi kekurangan rudal yang signifikan. (Hes)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar