Alasan Italia Hibahkan Kapal Induknya untuk Indonesia

Info Maritim8 Dilihat

Jakarta, indomaritim.com – Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan hubungan baik yang terjalin dengan Indonesia menjadikan alasan Italia mau menghibahkan Italia Hibahkan Kapal Induk atau KRI Sriwijaya-100.

“Italia menganggap kita mempunyai hubungan yang sangat baik dan emosionalnya cukup kuat, akhirnya dihibahkan lah kapal induk ini untuk Indonesia,” kata Ali usai mengikuti upacara pemberian nama kapal induk dan pengibaran bendera Merah Putih di atas kapal induk tersebut di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis.

Menurut Antara, Laksamana Ali menjelaskan ada beberapa faktor yang membuat hubungan Indonesia dan Italia berjalan harmonis.

Salah satu alasannya, yakni TNI dan militer Italia kerap terlibat dalam berbagai kegiatan kerja sama seperti pertemuan diplomasi hingga latihan militer bersama.

Alasan lainnya karena Kementerian Pertahanan RI banyak membeli alutsista dari Italia.

“Kita juga telah banyak menggunakan produk-produk Italia ya, helikopter dan kapal Fregat yang lalu,” kata Ali.

Berbagai kerja sama itu, lanjut Ali, membuahkan dampak baik bagi Indonesia, terutama di bidang pengembangan industri pertahanan (indhan) dalam negeri.

Dia pun mencontohkan kerja sama yang terjadi antara PT Penataran Angkatan Laut (PAL) Indonesia dengan perusahaan asal Italia, yakni Fincantieri dalam memperbarui teknologi KRI Sriwijaya-100.

Dengan adanya kerja sama ini, indhan dalam negeri mendapat keuntungan transfer of technology (ToT) dari Italia. Dengan demikian kualitas produk indhan dalam negeri bisa semakin meningkat.

Sebelumnya, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan (Karo Humas Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan Indonesia mendapatkan kapal induk secara hibah dari Pemerintah Italia.

Kapal buatan galangan asal Italia, Fincantieri itu sebelumnya telah dipakai untuk mendukung kekuatan Angkatan Laut Italia.

Rico melanjutkan, penerimaan secara hibah itu tidak berarti membuat Kementerian Pertahanan tidak mengeluarkan uang sepeserpun.

“Giuseppe Garibaldi merupakan hibah dari Pemerintah Italia. Anggaran yang disiapkan pemerintah Indonesia dialokasikan untuk kebutuhan retrofit atau penyesuaian agar sesuai kebutuhan operasi TNI AL,” kata Rico. (Hes)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar