Selandia Baru Beli Helikopter Maritim Seahawk MH-60R dari AS

Moskow, indomaritim.com – Selandia Baru menandatangani kesepakatan dengan pemerintah Amerika Serikat untuk membeli helikopter maritim MH-60R Seahawk beserta persenjataan dan peralatan pendukung.

“Kesepakatan tersebut mencakup pembelian helikopter yang akan dikirim mulai 2030, serta suku cadang, senjata, dan peralatan,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Selandia Baru seperti dikutip Antara.

Helikopter tersebut dirancang untuk menjalankan misi peperangan antarkapal permukaan dan antikapal selam, operasi pencarian dan penyelamatan, pengangkutan personel dan kargo antara kapal dan daratan, serta mendukung operasi pemberantasan terorisme maritim.

Menurut pernyataan tersebut, helikopter MH-60R Seahawk akan mampu beroperasi bersama angkatan bersenjata Australia dan negara-negara mitra lainnya.

Kecepatan dan jangkauan terbang helikopter tersebut juga akan meningkatkan kemampuan fregat Selandia Baru dalam mendeteksi sasaran, melaksanakan operasi tempur, dan menjalankan pertahanan.

Kementerian Pertahanan Selandia Baru menambahkan bahwa total investasi modal untuk proyek tersebut mencapai 1,648 miliar dolar Selandia Baru atau sekitar 939 juta dolar AS (sekitar Rp 17 triliun).

Sementara itu, biaya operasional peralatan tersebut dialokasikan rata-rata sebesar 110 juta dolar Selandia Baru atau sekitar 63 juta dolar AS (sekitar Rp1,1 triliun) per tahun selama satu dekade mendatang.

Helikopter MH-60R Seahawk diproduksi oleh perusahaan Amerika Serikat, Sikorsky, yang merupakan anak perusahaan Lockheed Martin.

Helikopter tersebut memiliki kecepatan maksimum 333 kilometer per jam dan jangkauan terbang 963 kilometer. Helikopter ini dioperasikan oleh tiga awak.

Persenjataan MH-60R Seahawk mencakup torpedo antikapal selam Mk 54, rudal udara-ke-permukaan AGM-114 Hellfire, senapan mesin, serta roket berpemandu presisi Advanced Precision Kill Weapon System (APKWS). (Dul)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar