Budi Karya Sumadi: Fokus Pemerintah Kembangkan Angkutan Massal Darat dan Kereta Api

Info Maritim291 Dilihat

Jakarta, indomaritim.id – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan, akan fokus mengembangkan angkutan umum massal pada subsektor transportasi darat dan perkeretaapian pada tahun depan.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berjanji akan meningkatkan anggaran untuk kedua subsektor tersebut. Menhub menyampaikan hal ini usai Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Senayan Jakarta, Rabu (12/6/2019) malam.

“Dari apa yang disampaikan tadi memang sejalan dengan apa yang disampaikan Pak Presiden bahwa dengan anggaran yang relatif tidak maksimal kita harus melakukan prioritas-prioritas apa kegiatan yang harus dilakukan,” kata Budi Karya.

“Pertama kali tentu kita melakukan kegiatan yang berkaitan dengan angkutan massal sehingga ada intensifikasi untuk perbaikan terminal, pembelian bus-bus, penambahan infrastruktur kereta api, penambahan rolling stock kereta api dan sebagainya,” ujarnya.

Baca Juga: Budi Karya Sumadi Minta Integrasi Antarmoda di Pelabuhan Tanjung Emas Diperkuat

Menhub mengatakan, satu hal yang mendapat sorotan dari Komisi V DPR RI adalah diupayakannya angkutan massal yang berbasis kereta api dan berbasis bus.

Pada rapat kerja dengan anggota DPR tersebut, juga diusulkan untuk meningkatkan anggaran di darat dan juga bagaimana agar berkolaborasi dengan PT Kereta Api untuk penambahan sarana kereta api sehingga angkutan darat dan angkutan kereta api menjadi suatu hal yang masif.

“Tahun ini saya senang karena pertumbuhan kereta api bukan dua sampai tiga persen tapi sampai 10 persen, harapannya tahun depan 20 persen. Mengapa kita sampaikan demikian karena rel ganda yang kita investasikan belasan triliun rupiah sudah selesai tahun ini,” kata Budi Karya.

“Nanti PT KAI menginvestasikan di rolling stock. Itu kita buat semua, jadi safetynya bagus dan slotnya juga akan baik, oleh karenanya kita punya kesempatan untuk menambah slot-slot baru di sana,” tutur Menhub memungkasi.

Reporter: Mulyono Sri Hutomo
Editor: 
Rajab Ritonga

Komentar