Jakarta, indomaritim.com — Prof Susanto Zuhdi, sejarawan Indonesia menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak bosan belalar sejarah kemaritiman bangsa. Hal tersebut disampaikan dalam podcast Naval Untold Story, di Studio Sarogo 1, Mabesal, Jakarta, Kamis (16/2/2023).
“Sebagai generasi muda tidak boleh bosan dalam melestarikan dan belajar salah satunya mempelajari sejarah perjalanan bangsa terutama sejarah kemaritiman bangsa. Menjadi bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai dan mencintai sejarah bangsanya.” kata Prof Zuhdi.
Menurutnya, semangat juang samudera harus tetap dikobarkan terutama sebagai warga Indonesia yang bukan merupakan negara kepulauan tetapi negara yang berada di lautan dan ditaburi pulau-pulau. Profesor yang menyelesaikan program magister di Belanda dan program doktoral di Universitas Indonesia itu menjelaskan mengenai arti sebenarnya dari konsep negara archipelago yang banyak diartikan sebagai negara kepulauan, di mana archipelago berasal dari archi berarti yang utama dan pelagus yang berarti laut. Sehingga mempunyai arti negara yang mengutamakan laut atau negara kelautan. Laut sebagai orientasi, laut sebagai masa depan dan bahkan kesejahteraan juga berada di laut.
“Bukti sejarah menunjukan, bahwa dahulu Indonesia pernah menjadi negara maritim yang jaya. Pada kala itu, sebuah negara terbentuk karena adanya perdagangan, pada bagian barat Nusantara terjadi perkembangan lebih cepat dalam konteks perdagangan internasional, contohnya seperti Sriwijaya yang menjadi pusat keramaian karena menguasai Selat Malaka.” ucap Zuhdi.














Komentar