Istanbul, indomaritim.com – Pemerintah Norwegia meminta maaf kepada Malaysia atas pembatalan izin ekspor sistem Rudal Serang Angkatan Laut (NSM), tetapi tetap mempertahankan keputusannya untuk mencabut kesepakatan tersebut.
Menurut Antara, Menteri Pertahanan Malaysia Mohamed Khaled Nordin mengatakan isu ini dibicarakan dalam pertemuan bilateral dengan Menhan Norwegia Tore O. Sandvik di sela-sela Dialog Shangri-La akhir pekan lalu di Singapura.
“Saya bertemu dengan Menteri Pertahanan Norwegia dan beliau menyampaikan permintaan maafnya, tetapi juga menjelaskan dasar pembatalan tersebut,” kata Khaled seperti dikutip Malay Mail, Minggu.
Berita ini muncul beberapa hari setelah Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengkritisi keputusan Oslo, memperingatkan bahwa pembatalan tersebut dapat secara signifikan mengganggu kesiapan pertahanan Malaysia dan mengubah dinamika keamanan regional yang lebih luas.
Norwegia dilaporkan membenarkan langkah tersebut atas dasar keamanan nasional—alasan yang disebut Anwar “sepihak dan tidak dapat diterima.”
Perselisihan ini berpusat pada akuisisi sistem rudal anti-kapal NSM oleh Malaysia sebagai bagian dari program modernisasi Kapal Perang Pesisir (Littoral Combat Ship), yang merupakan komponen kunci dari strategi angkatan laut jangka panjang Kuala Lumpur. (RR)












Komentar