Waspadai Potensi Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Pesisir NTT

Potensi banjir terjadi di pesisir Pulau Flores-Alor, Pulau Sabu Raijua, Pulau Sumba, Pulau Timor-Rote

Daerah160 Dilihat

Kupang, indomaritim.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah pesisir Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Selasa (2/6) seiring meningkatnya ketinggian muka air laut.

“Masyarakat di wilayah terdampak diimbau waspada terhadap potensi fenomena banjir pesisir (rob) yang diprediksi terjadi hingga 2 Juni 2026 di sejumlah wilayah pesisir di NTT,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga dalam keterangan di Kupang, Minggu seperti dikutip Antara.

Ia menyebutkan wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob meliputi pesisir Pulau Flores-Alor, pesisir Pulau Sabu Raijua, pesisir Pulau Sumba, serta pesisir Pulau Timor-Rote.

Menurut dia, potensi banjir rob tersebut dipengaruhi fenomena fase bulan purnama pada 31 Mei 2026 yang berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut hingga mencapai kondisi maksimum.

Ia menambahkan bahwa berdasarkan pantauan prediksi pasang surut, kecepatan angin, dan tinggi gelombang, kondisi tersebut dapat memengaruhi dinamika wilayah pesisir di NTT sehingga meningkatkan potensi terjadinya banjir rob.

Yandri juga menjelaskan banjir pesisir atau rob merupakan peristiwa naiknya permukaan air laut ke daratan pesisir yang menyebabkan genangan di wilayah sekitar pantai.

“Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan pesisir dan pelabuhan, termasuk kegiatan bongkar muat barang, aktivitas di permukiman pesisir, tambak garam, perikanan darat, serta aktivitas perekonomian lainnya,” ujarnya.

Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut serta terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim yang dikeluarkan BMKG.

“Bagi masyarakat yang khususnya tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir terdampak agar meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi terkini dari BMKG,” katanya.

Untuk memperoleh informasi cuaca maritim terkini, masyarakat dapat menghubungi layanan WhatsApp BMKG di nomor 0812-1512-2192 atau telepon (0380) 8561910, serta mengakses laman maritim.ntt.bmkg.go.id.(RR)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar