Marinir Lakukan Pendaratan Amfibi di Pantai Kampung Nelayan, Palu

Latihan dalam Operasi Trisila TNI AL guna perkuat kesiapan tempur prajurit

Palu, indomaritim.com – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Trisila II TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengadakan latihan pendaratan amfibi guna memperkuat kesiapan tempur prajurit dalam menghadapi berbagai potensi ancaman maritim. Pendaratan dilakukan di kawasan Pantai Kampung Nelayan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin.

Wakil Komandan Satgas Operasi Trisila II Kolonel Laut (P) Agung Nugroho Kusumaji di Palu, Senin, mengatakan latihan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Trisila II yang difokuskan di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, termasuk kawasan strategis Selat Makassar.

“Pada tahap kedua ini kegiatan dilaksanakan di ALKI II, khususnya kawasan Selat Makassar yang memiliki nilai strategis bagi pelayaran dan keamanan maritim nasional,” ujarnya seperti dikutip Antara.

Ia menjelaskan operasi tersebut bertujuan menegakkan kedaulatan negara, menegakkan hukum, serta menjaga keamanan wilayah laut Indonesia.

Menurut dia, Kota Palu menjadi salah satu lokasi penting dalam pelaksanaan operasi karena berada di kawasan Selat Makassar yang merupakan jalur strategis penghubung wilayah utara dan selatan Indonesia.

Dalam pelaksanaan latihan tersebut, Satgas Operasi Trisila II melibatkan sejumlah unsur TNI AL, di antaranya satu kapal perang KRI Teluk Kupang-519, helikopter Panther HS-1310, serta satu peleton pasukan Marinir.

Kegiatan juga mendapat dukungan dari Lanal Palu sebagai bagian dari sinergi antarunsur TNI AL dalam Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT).

Selain menjalankan tugas operasi, TNI AL juga melaksanakan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dengan dukungan dari Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palu.

“Kami ingin menunjukkan bahwa TNI AL hadir di tengah masyarakat dan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung,” katanya.

Komandan Lanal Palu Kolonel Mar M. Ali Wardhana mengatakan dukungan terhadap latihan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AL dalam menjaga kesiapan operasional prajurit menghadapi berbagai potensi ancaman maritim.

Lanal Palu berperan mendukung kelancaran kegiatan melalui pengamanan wilayah latihan, koordinasi lapangan, hingga penyediaan fasilitas pangkalan bagi unsur-unsur yang terlibat.

Menurut dia, latihan juga menjadi sarana untuk mengasah kemampuan teknis dan taktis prajurit sekaligus meningkatkan interoperabilitas antarsatuan.

“Latihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan operasional prajurit serta kemampuan satuan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan. Lanal Palu berkomitmen memberikan dukungan maksimal agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” katanya.

Ia menyebut selain meningkatkan kemampuan tempur prajurit, latihan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan TNI AL dengan masyarakat pesisir serta menumbuhkan wawasan kemaritiman dan rasa cinta Tanah Air.

Ia menegaskan Operasi Trisila II TNI AL Tahun 2026 merupakan bagian dari upaya TNI Angkatan Laut dalam meningkatkan kesiapan tempur dan menjaga kedaulatan wilayah laut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (RR)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar