Iran Akan Menasionalisasi Selat Hormuz

Internasional14 Dilihat

Teheran, indomaritim.com – Iran hendak mengincar “nasionalisasi” Selat Hormuz sebagaimana Iran melakukan nasionalisasi minyak di masa lalu, kata seorang juru bicara untuk presidium Parlemen Iran, Abbas Goudarzi, pada Selasa.

“Ketika nasionalisasi minyak terjadi, sejarah menilai signifikansi keputusan tersebut saat itu. Hari ini, kami ingin menasionalisasikan Selat Hormuz,” kata Goudarzi, sebagaimana dikutip kantor berita Antara.

Pernyataan Goudarzi merujuk pada nasionalisasi industri minyak di Iran pada tahun 1951. Langkah tersebut didorong oleh Mohammad Mosaddegh, tokoh politik penting di era kekaisaran Iran sekaligus pemimpin gerakan di parlemen Iran yang mendukung gagasan nasionalisasi sektor migas Iran.

Adapun Amerika Serikat berulang kali menuntut Iran agar segera membuka Selat Hormuz untuk pelayaran bebas dan berhenti menuntut pembayaran biaya lintas bagi kapal-kapal yang lewat.

Sementara, Iran justru berniat membentuk mekanisme bersama Oman untuk mengatur pelayaran di jalur laut tersebut, termasuk dengan menetapkan bea lintas untuk kapal-kapal.

Pada 28 Mei lalu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan Oman bahwa AS akan mengincar siapapun yang memfasilitasi pemungutan bea lintas Selat Hormuz yang ditetapkan Iran.

Presiden AS Donald Trump juga mengancam akan “meledakkan” Oman jika mereka berupaya mengambil kendali selat tersebut.

Eskalasi konflik di Iran telah mengakibatkan blokade Selat Hormuz, jalur kunci untuk pelayaran komoditas minyak dan LPG dari Teluk Persia ke pasar global, sehingga mengakibatkan guncangan pada produksi dan ekspor minyak.

Karena tertutupnya Selat Hormuz, banyak negara kini mengalami kenaikan harga minyak dan produk-produk industrinya. (RR)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar