Uang Rp5 M Diedarkan ke Pulau Terluar, Terdepan, Tertinggal

Diedarkan ke lima daerah 3T di Aceh

Ekonomi58 Dilihat

Banda Aceh, indomaritim.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Aceh bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut mengedarkan uang rupiah sebesar Rp5 miliar ke lima daerah kepulauan tertinggal, terdepan dan terluar (3T) dalam wilayah Aceh.

“Dalam ekspedisi kali ini kita mengedarkan sebanyak Rp5 miliar, naik 25 persen dari tahun 2025 lalu,” kata Plh Kepala KPwBI Aceh, Hertha Bastiawan, di Sabang, Aceh, Kamis seperti dikutip dari Antara.

Pelepasan ekspedisi rupiah berdaulat Bank Indonesia bersama TNI-AL tersebut menggunakan kapal perang KRI-Tuna 876, bergerak dari dermaga Lanal Sabang mulai 18-24 Juni 2026.

Sasaran peredaran rupiah dalam ekspedisi kali ini menjangkau lima daerah yakni Pulau Weh Sabang, Pulau Nasi dan Breuh Kabupaten Aceh Besar, Pulau Banyak Aceh Singkil dan Pulau Simeulue. Dengan total jarak tempuh sekitar 695 mil laut.

Hertha menjelaskan, Bank Indonesia diberikan amanat dan kewenangan oleh negara untuk melakukan pengelolaan uang rupiah, meliputi perencanaan pencetakan pengeluaran, pengedaran, pencabutan, penarikan serta pemusnahan uang rupiah.

Ia menyampaikan, dalam dengan misi menyediakan uang rupiah berkualitas serta layak edar ke seluruh wilayah NKRI, maka TNI-AL merupakan salah satu elemen bangsa di garda terdepan yang mempunyai kekuatan armada untuk menjangkau seluruh pelosok tanah air dari Sabang sampai Merauke.

“Untuk itu, diperlukan sinergi antara Bank Indonesia dengan TNI AL untuk dapat membantu keterbatasan Bank Indonesia melakukan pengedaran uang rupiah ke seluruh wilayah NKRI khususnya wilayah kepulauan 3T,” ujarnya.

Secara substansi, kata dia, TNI AL berkepentingan menjaga kedaulatan NKRI dengan pertahanan, sementara Bank Indonesia menjaga kedaulatan negara melalui rupiah atau membela negara tanpa senjata.

Dirinya menyebutkan, sejak 2012-2025, Bank Indonesia dan TNI AL telah melaksanakan 150 kali kegiatan kas keliling ke daerah 3T dan mengunjungi 766 dari pulau 18 provinsi secara nasional, dan empat provinsi secara mandiri.

“Sedangkan khusus tahun ini, kita sepakat untuk memperluas gangguan layanan kas keliling sebanyak 19 kali dan naik menjadi 19 provinsi dengan target 97 pulau. Dan ekspedisi rupiah berdaulat hari ini merupakan kegiatan ke-10 kalinya di 2026,” katanya.

Hertha menambahkan, ekspedisi ke pulau-pulau ini Bank Indonesia tidak hanya mengedarkan rupiah saja, tetapi juga menarik uang lusuh atau tak layak edar, dan menggantinya dengan uang. Serta, ikut memberikan edukasi cinta, bangga dan paham rupiah kepada masyarakat.

“Langkah ini untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mengenali dan menjaga uang rupiah, karena rupiah merupakan salah satu simbol kedaulatan negara, sehingga masyarakat terhindar dari pemalsuan uang rupiah,” kata Hertha Bastiawan.

Dalam kesempatan ini, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Sabang, Kolonel Laut (P) Sadimin, menegaskan bahwa tantangan geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi pembangunan, maka pentingnya sinergitas antara Bank Indonesia dan TNI AL dalam menjaga kedaulatan bangsa dan negara .

Di mana, kata dia, angkatan laut menjaga kedaulatan negara dan keutuhan NKRI. Sementara Bank Indonesia menjaga kedaulatan dari sisi ekonomi bangsa .

“Kolaborasi strategis kita melalui kegiatan ini membawa harapan besar bagi masyarakat Indonesia yang berada di wilayah 3T di Aceh, sehingga mereka bisa dengan mudah mendapatkan dan menggunakan uang layak edar,” katanya.

Dirinya menyadari bahwa Bank Indonesia memiliki tujuan fundamental untuk menjaga kestabilan nilai rupiah, dan lebih dari itu bank sentral ini juga mengkampanyekan rasa cinta, bangga dan paham rupiah kepada seluruh masyarakat.

“Maka dari itu, kepada prajurit, berikan yang terbaik kepada tim Bank Indonesia selama perjalanan dan saat berinteraksi dengan masyarakat di pulau-pulau tujuan,” demikian Kolonel Laut (P) Sadimin. (HAA)

 

 

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar