Krisis Hormuz Ubah Peta Energi Dunia

Internasional6 Dilihat

Istanbul, indomaritim.com – Peta energi global diperkirakan akan mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun ke depan seiring krisis di Selat Hormuz yang mendorong banyak negara meninjau kembali strategi keamanan pasokan energi, jalur perdagangan, dan kemitraan internasional mereka.

Presiden Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA), Fatih Birol, mengatakan krisis tersebut akan menjadi titik balik bagi sektor energi dunia.

“Terlepas dari bagaimana persoalan Hormuz berakhir, saya pikir peta energi dunia akan mulai digambar ulang dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Kemitraan akan didefinisikan ulang dan kemitraan baru akan terbentuk,” kata Birol dalam pertemuan Dewan Penasihat Tinggi Asosiasi Industri dan Bisnis Turkiye di Istanbul, Kamis.

Menurut Antara, Birol mengatakan krisis energi yang dipicu perang dengan Iran telah mengubah perhitungan pasar energi global.

Ia menjelaskan bahwa melimpahnya pasokan energi sebelum perang serta pelepasan cadangan minyak membantu membatasi lonjakan harga. Namun, ia menegaskan bahwa solusi jangka panjang hanya dapat dicapai melalui pemulihan jalur pelayaran yang aman di Selat Hormuz.

“Solusi atas masalah ini, satu-satunya cara yang paling penting, adalah pembukaan Selat Hormuz tanpa syarat dengan jaminan keamanan yang dipercaya oleh semua pihak,” ujarnya.

Birol mengingatkan bahwa hingga empat tahun lalu perekonomian dunia dan sistem energi global memiliki dua jalur vital utama, yakni jaringan pipa yang mengalirkan energi dari Siberia Barat Rusia ke Eropa serta Selat Hormuz. (HAA)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar