Buka Sidang Kaukus AIPA, Ketua DPR Tegaskan Pentingnya Sentralitas ASEAN

Berita, Politik223 Dilihat

Jakarta, indomaritim.com – Ketua DPR RI Puan Maharani membuka sidang ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) Caucus atau Kaukas AIPA di mana DPR bertindak sebagai tuan rumah. Ia pun berbicara mengenai pentingnya kerja sama negara-negara ASEAN dengan berlandaskan pada nilai-nilai ASEAN WAY.

Sidang Kaukus ke-17 digelar secara hybrid yang menggabungkan pertemuan tatap muka di ruang fisik dengan pertemuan virtual secara online. DPR sebagai tuan rumah memimpin jalannya sidang dari Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/7/2026) pagi WIB. Lalu perwakilan anggota AIPA Kaukus mengikuti sidang secara virtual dari negaranya masing-masing.

“Selamat pagi dan selamat menghadiri Sidang ke-17 ASEAN Inter-Parliamentary Assembly Caucus. Saya menyambut baik Sidang AIPA Caucus tahun ini yang mengambil tema: The Role of Parliament in Strengthening ASEAN Centrality in Navigating Complex Global Challenges,” kata Puan saat membuka sidang Kaukus AIPA ke-17.

Saat membuka sidang AIPA Kaukus ini, Puan didampingi oleh Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat, Wakil Ketua BKSAP Irine Yusiana Roba Putri, Ravindra Airlangga, Muhammad Husein Fadlulloh, dan Bramantyo Suwondo, serta sejumlah anggota BKSAP. Sekretaris Jenderal AIPA, Chem Widhya turut mengikuti jalannya sidang Kaukus AIPA di DPR.

Adapun Kaukus AIPA adalah mekanisme dalam ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) yang bertujuan mengembangkan inisiatif legislatif bersama antar anggota untuk menyelaraskan hukum di negara-negara anggota ASEAN. AIPA Kaukus juga menjadi pertemuan parlemen anggota untuk mengawasi implementasi resolusi, dan Tripartite Forum yang mempertemukan anggota parlemen, pembuat kebijakan, dan pemimpin bisnis.

Sementara AIPA sendiri merupakan forum parlemen negara-negara ASEAN yang salah satu agenda rutinnya adalah AIPA Kaukus ini. Untuk tahun 2026, parlemen Indonesia memegang presidensi AIPA Kaukus.

Menurut Puan, Sidang AIPA Caucus di tahun 2026 berlangsung di tengah tantangan dunia yang semakin kompleks.

“Kita berhadapan pada situasi di mana penghormatan terhadap hukum internasional banyak dipertanyakan, sistem multilateral mengalami krisis legitimasi, dan kencenderungan unilateral yang terus meningkat,” ujarnya.

Puan menambahkan, situasi tersebut menuntut upaya bersama negara-negara ASEAN untuk memastikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran yang telah dinikmati selama lebih dari lima dekade agar tetap terjaga dan berkelanjutan.

“Dalam situasi inilah, AIPA harus menegaskan komitmennya untuk memperkuat Sentralitas ASEAN, yakni ASEAN sebagai penggerak utama dalam hubungan politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan di kawasan,” jelas Puan.

“Pada kesempatan ini, saya mengingatkan kembali bahwa sentralitas ASEAN bertumpu pada kesungguhan untuk terus memperkuat persatuan, kepercayaan, dan kerja sama kawasan berlandaskan nilai-nilai ASEAN WAY,” lanjutnya.

Puan menegaskan, Indonesia berkomitmen untuk terus mengupayakan sentralitas dan soliditas ASEAN yang mengedepankan dialog, konsensus, dan kolaborasi, serta berlandaskan penghormatan terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip multilateralisme.

“Indonesia akan terus bekerja agar ASEAN tetap relevan di dunia yang multipolar, dan sentralitas ASEAN tetap mampu menjadi navigasi kita bersama dalam dinamika geopolitik global,” ungkap Puan.

Puan menyebut, Sentralitas ASEAN merupakan arsitektur kawasan untuk memperkuat kredibilitas ASEAN sebagai aktor regional dan global.

“Dan Parlemen memainkan peran penting dalam upaya bersama menjaga dan memperkuat sentralitas ASEAN,” tegas perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Menurut Puan, parlemen adalah jembatan demokratis antara aspirasi rakyat dan arah kebijakan kawasan.

“Kita merupakan bagian yang integral dari sikap kolektif masyarakat ASEAN,” sebut Puan.

Lebih lanjut, Puan menilai tema sidang Kaukas AIPA ke-17 sangat sejalan dengan Visi Komunitas ASEAN 2045, terutama dengan visi ASEAN yang mampu memproyeksikan posisi bersama, serta merespons tantangan global secara kolektif dan konstruktif.

“Pertemuan dan dialog kita hari ini merupakan kontribusi penting bagi upaya mewujudkan ASEAN sebagai komunitas yang inklusif, tangguh, dan adaptif,” tutur Puan.

Puan pun memandang forum Kaukus AIPA merupakan bentuk keberlanjutan semangat dialog AIPA dengan Parlemen Anggota dan Peninjau pada Sidang Umum AIPA ke-46 tahun 2025 di Kuala Lumpur, serta menindaklanjuti berbagai resolusi yang telah disepakati.

“Termasuk mengenai penguatan diplomasi parlementer, dampak tarif global, dan inisiatif perdamaian bagi rakyat dan planet kita,” ucap mantan Menko PMK tersebut.

Sidang Kaukus AIPA ke-17 yang dipimpin DPR ini akan mendalami dua sub-tema penting. Pertama tentang penguatan tata kelola perdamaian yang inklusif, mencakup dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta peran perempuan dan pemuda, sebagai fondasi bagi ketahanan dan stabilitas kawasan yang dipimpin oleh ASEAN.

Lalu yang kedua mengenai kontribusi AIPA dalam menghadapi perubahan iklim, termasuk pengembangan ekonomi biru dan ekonomi hijau sebagai wujud komitmen ASEAN untuk merancang solusi, menetapkan prioritas, dan memimpin agenda pembangunan berkelanjutan sesuai dengan kepentingan kawasan.

“Kedua isu ini bukan sekadar wacana, melainkan tanggung jawab legislatif yang harus diterjemahkan ke dalam regulasi dan pengawasan yang nyata di masing-masing negara,” papar Puan.

Dialog AIPA Caucus ke-17 juga dinilai Puan menjadi momentum istimewa karena bertepatan dengan peringatan 50 tahun Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia.

“Perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran yang telah kita nikmati bersama merupakan hasil dari upaya bersama kita untuk membangun kawasan yang inklusif,” tukasnya.

“ASEAN Way telah menjadi kekuatan utama yang menopang sentralitas ASEAN dan menjaga stabilitas kawasan. Nilai-nilai tersebut harus terus kita perkuat dan wariskan kepada generasi ASEAN berikutnya,” sambung Puan.

Di akhir sambutannya, cucu Proklamator RI Bung Karno tersebut secara resmi membuka sidang AIPA Kaukus ke-17. Puan juga menunjuk Ketua BKSAP Syahrul Aidi Maazat sebagai ketua sidang yang akan memimpin jalannya forum Kaukus AIPA ke-17.

“Saya ucapkan selamat bersidang dan mari kita jadikan AIPA Caucus ke-17 ini sebagai bukti nyata bahwa parlemen memiliki peran strategis dalam menjaga masa depan ASEAN yang stabil, damai, dan sejahtera,” tutup Puan. (As)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar