Allinone Cote Kenalkan Pupuk Pintar 360 Hari

Solusi Efisiensi dan Pertanian Berkelanjutan

Berita, Ekonomi17 Dilihat

Pekanbaru, indomaritim.com – Inovasi teknologi pemupukan terus berkembang seiring meningkatnya tuntutan efisiensi dan praktik pertanian yang ramah lingkungan.

Salah satu terobosan yang kini diperkenalkan kepada pelaku usaha perkebunan dan pertanian adalah Allinone Cote, pupuk pintar (smart fertilizer) yang mampu melepaskan unsur hara secara bertahap hingga 360 hari sehingga dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan.

Pupuk berbasis Controlled Release Fertilizer (CRF) tersebut mengusung konsep 4R Nutrient Stewardship, yakni sistem pengelolaan hara yang mengedepankan empat prinsip utama, yaitu Right Source (sumber yang tepat), Right Rate (dosis yang tepat), Right Time (waktu yang tepat), dan Right Place (tempat yang tepat).

Pendekatan ini dinilai mampu mengoptimalkan penyerapan nutrisi oleh tanaman sekaligus mengurangi kehilangan unsur hara ke lingkungan.

Dengan teknologi pelapisan (coating) 100 persen, Allinone Cote dirancang melepaskan unsur hara secara perlahan mengikuti kondisi temperatur dan kelembapan tanah.

Pola pelepasan bertahap tersebut memungkinkan kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi sepanjang fase pertumbuhan tanpa harus melakukan pemupukan berulang seperti pada sistem konvensional.

Selain meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, teknologi tersebut juga diharapkan mampu menekan risiko pencucian unsur hara akibat hujan maupun kehilangan nutrisi karena penguapan.

Dampaknya, biaya operasional dapat ditekan sekaligus membantu menjaga kualitas tanah dan mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor pertanian.

Agronomis PT Winners Aveneu Surabaya, Ahmad Putra, mengatakan metode pemupukan konvensional masih menghadapi persoalan rendahnya efisiensi karena sebagian unsur hara terbuang sebelum sempat diserap tanaman.

“Teknologi pencampuran polimer canggih asal Korea Selatan pada Allinone Cote mengunci unsur mikro dan makro dengan aman,” kata Ahmad Putra saat ditemui di Stand Allinone Cote pada 4th Sawit Indonesia Expo & Conference (SIEXPO) di SKA Co-Ex Pekanbaru, Kamis (6/8/2026).

Menurut Ahmad, pelepasan unsur hara berlangsung secara bertahap mengikuti temperatur dan kelembapan tanah sehingga nutrisi tersedia sesuai kebutuhan tanaman sepanjang siklus pertumbuhannya.

“Hara dilepaskan sedikit demi sedikit mengikuti temperatur dan kelembapan tanah. Ini adalah perwujudan nyata dari ketahanan pangan masa depan yang minim emisi,” ujarnya.

Ia menambahkan, karakteristik pelepasan hara yang lambat membuat frekuensi pemupukan dapat dikurangi secara signifikan.

Pada sejumlah komoditas, aplikasi pupuk bahkan dapat dilakukan hanya satu kali dalam satu musim tanam atau satu tahun, tergantung kebutuhan tanaman.

“Pola ini tidak hanya menghemat biaya operasional dan tenaga kerja di lapangan, tetapi juga menjaga produktivitas hasil panen lebih stabil dan berkelanjutan,” tuturnya.

Allinone Cote menerapkan prinsip 4R Nutrient Stewardship melalui kombinasi unsur NPK yang diperkaya magnesium, asam humat, asam fulvat, serta asam amino.

Kandungan tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan tanaman secara seimbang sekaligus meningkatkan efisiensi penyerapan hara.

Diproduksi Pabrikan Korea Selatan

Dalam kesempatan yang sama, Owner PT Winners Aveneu Surabaya, Ray Kim, mengatakan Allinone Cote diproduksi oleh SOOIN Co., Ltd., perusahaan asal Korea Selatan yang mengkhususkan diri dalam produksi pupuk berbasis Controlled Release Fertilizer (CRF).

Menurut Ray, fasilitas produksi SOOIN Co., Ltd. berdiri di atas lahan seluas 4.721 meter persegi dan berada di lokasi strategis yang memudahkan distribusi melalui jalur laut, darat, maupun kereta api.

Ia menyebutkan seluruh proses produksi didukung tenaga ahli berpengalaman serta telah mengantongi sertifikasi ISO 9001 dan Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai jaminan mutu produk.

“Ditenagai oleh engineer berpengalaman, pabrik ini menjamin kualitas pupuk terbaik dunia. Seluruh proses produksi dan fasilitasnya telah tersertifikasi ISO 9001 dan SNI sehingga memenuhi standar mutu internasional,” kata Ray Kim. (Hes)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar