Produksi Perikanan Tangkap di Cirebon Capai 3.603 ton

Ekonomi19 Dilihat

Cirebon, indomaritim.com – Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, mencatat produksi perikanan tangkap di daerah tersebut sudah mencapai 3.603 ton hingga Juli 2026, sebagai hasil aktivitas pendaratan ikan di sejumlah tempat pelelangan dan pelabuhan perikanan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon Elmi Masruroh saat dikonfirmasi di Cirebon, Senin, mengatakan capaian tersebut berasal dari produksi yang didaratkan melalui empat lokasi tempat pelelangan ikan (TPI) di kota tersebut

“Produksi terbesar tercatat di TPI Kejawanan dengan volume mencapai 2.611 ton atau sekitar 72,48 persen dari total produksi perikanan tangkap,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, TPI Kejawanan menjadi salah satu simpul utama aktivitas pendaratan ikan dengan kontribusi terbesar terhadap total produksi perikanan tangkap Kota Cirebon.

Ia menyampaikan dominasi produksi di lokasi tersebut turut memperkuat peran kawasan pesisir, sebagai salah satu penggerak sektor perikanan dan perekonomian masyarakat setempat.

Ia menuturkan selain Kejawanan, TPI Kesenden turut memberikan kontribusi sebesar 502 ton atau sekitar 13,95 persen terhadap total produksi perikanan tangkap Kota Cirebon.

Ia merinci produksi perikanan tangkap yang didaratkan melalui TPI Pesisir, tercatat sebanyak 330,490 ton dengan kontribusi sebesar 9,17 persen.

Sementara, kata dia, untuk TPI Cangkol menyumbang produksi sebanyak 158 ton atau sekitar 4,39 persen dari total capaian produksi perikanan tangkap.

Kontribusi dari keempat lokasi tersebut menunjukkan aktivitas sektor perikanan tangkap di Kota Cirebon terus berjalan dan memberikan dukungan terhadap ketersediaan produksi perikanan daerah,” katanya.

Berdasarkan data realisasi yang tersedia, lanjut Elmi, produksi perikanan tangkap di Kota Cirebon mencapai sekitar 70,10 persen dari target produksi sebesar 5.140 ton pada 2026.

Pihaknya pun terus melakukan penguatan sektor perikanan tangkap, agar produksi dapat terus ditingkatkan serta memberikan manfaat ekonomi bagi nelayan dan masyarakat pesisir di daerah tersebut.

“Capaian tersebut menjadi modal bagi kami, untuk terus mengoptimalkan aktivitas penangkapan dan pendaratan ikan di seluruh lokasi yang ada,” ucap dia. (Dul)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar