Budi Daya Lobster Batam Tembus Pasar Singapura

Ekonomi66 Dilihat

Jakarta, indomaritim.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut hasil modeling budi daya lobster di Batam, Kepulauan Riau, telah menghasilkan lobster ukuran konsumsi yang dipasarkan hingga ke Singapura.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu mengatakan capaian tersebut menunjukkan budi daya lobster dalam negeri telah mampu dilakukan sejak stadia benih bening lobster (BBL) hingga ukuran konsumsi.

“Ini menunjukkan kita sudah bisa membudidayakan lobster mulai dari stadia benih bening lobster (BBL) sampai ukuran konsumsi, bahkan hasilnya sudah bisa kita jual dan ekspor,” ujarnya dalam siaran pers resmi KKP di Jakarta, Jumat seperti dikutip dari Antara.

Menurut Haeru, sebanyak 339,5 kilogram lobster hasil modeling budi daya lobster Batam telah dipasarkan ke Singapura dan mendapat respons positif dari pasar. KKP menargetkan pengiriman berikutnya dilakukan pada November 2026.

Haeru mengatakan keberhasilan budi daya lobster di Batam akan dikembangkan ke sejumlah wilayah untuk mendukung kebutuhan pasar dalam negeri maupun ekspor.

KKP berencana memperluas pengembangan fasilitas modeling budi daya lobster di Situbondo, Jawa Timur, setelah pengembangan serupa dilakukan di Batam dan Nusa Tenggara Barat.

Ia menjelaskan modeling budi daya di Batam diarahkan untuk mendukung wilayah barat Indonesia, Situbondo untuk wilayah tengah, serta Lombok dan Nusa Tenggara Barat untuk kawasan timur.

Menurut Haeru, pengembangan tersebut diharapkan dapat memperluas kapasitas budi daya lobster sekaligus membangun rantai pasok yang mendukung kebutuhan pasar.

Sementara itu, eksportir kepiting dan lobster ke Singapura dan China, Sugianto menilai lobster hasil budi daya Balai Perikanan Budi Daya Laut (BPBL) Batam memiliki prospek pasar yang baik.

Sebelum panen dalam jumlah lebih besar, pihaknya telah melakukan uji pasar lobster hasil budi daya Batam. Menurut dia, kondisi lobster tetap prima hingga tiba di tempat penampungan dan saat diuji ke pasar Singapura.

“Kualitasnya bagus, lobsternya tidak loyo. Sampai di penampungan kondisinya tetap bagus. Kita juga sudah tes ekspor ke Singapura dan responsnya sangat baik,” ujar Sugianto.

Ia menilai peluang pasar lobster budi daya Indonesia masih terbuka lebar karena metode tersebut memungkinkan pasokan lobster lebih terukur sehingga pelaku usaha tidak hanya mengandalkan hasil tangkapan dari alam. (Dul)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar