Iran Akan Tutup Hormuz selama Trump dan Netanyahu Berkuasa

Internasional173 Dilihat

Teheran, indomaritim.com – Iran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu masih berkuasa, kata Mohammad Baqer Zolqadr, penasihat politik Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Kamis (17/9).

“Para pejuang kami tidak akan membuka Selat Hormuz sampai Trump yang kriminal dan Netanyahu yang haus darah diturunkan dari kursi kekuasaan mereka, dan ini merupakan tahap pertama pembalasan bangsa Iran,” kata Zolqadr seperti dikutip kantor berita Antara.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan terhadap sasaran di pihak AS dan Israel.

Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan, tetapi tak lama kemudian permusuhan kembali berlangsung.

Saat ini, konflik tersebut belum terselesaikan. Namun, kedua pihak tidak sedang terlibat dalam pertempuran aktif, sementara AS mengandalkan tekanan ekonomi.

Eskalasi konflik tersebut hampir sepenuhnya menghentikan pelayaran melalui Selat Hormuz, yang merupakan jalur pasokan penting bagi minyak global, produk minyak bumi, dan gas alam cair.

Akibatnya, harga bahan bakar meningkat di sebagian besar negara. (Edo)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar