Rembang, indomaritim.com – Banjir rob menerjang tiga desa di dua kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, sehingga menggenangi permukiman warga maupun akses jalan desa, Sabtu.
“Ketiga desa yang terdampak rob tersebut yakni Desa Pantiharjo (Kecamatan Kaliori) serta Desa Sumurtawang dan Pandangan Kulon (Kecamatan Kragan),” kata Sub Koordinator Kedaruratan BPBD Kabupaten Rembang Bambang Adi Wijanarko di Rembang seperti dikutip Antara.
Ia mengatakan banjir rob mulai terjadi sekitar pukul 09.00 WIB akibat pasang air laut yang masuk ke permukiman warga dan ruas jalan desa.
Misal, di Desa Pantiharjo genangan air setinggi 20-30 sentimeter (Cm) dan merendam lima rumah warga serta menggenangi jalan desa sepanjang sekitar 150 meter.
“Selain rumah warga, halaman rumah dan akses jalan desa juga terdampak genangan air laut,” ujarnya.
Sementara itu, di Desa Sumurtawang banjir rob berdampak pada delapan rumah warga. Sebanyak lima rumah mengalami kerusakan pada bagian dinding bangunan, sedangkan tiga rumah lainnya terdampak tanpa mengalami kerusakan.
BPBD mencatat tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut. Meski demikian, aktivitas masyarakat sempat terganggu dan kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp40 juta.
Selain banjir rob, ancaman abrasi juga dilaporkan terjadi di Desa Pandangan Kulon. Abrasi yang terus berlangsung disebut semakin mendekati kawasan permukiman warga di wilayah pesisir desa tersebut.
“Untuk menangani dampak rob dan abrasi, BPBD Kabupaten Rembang telah melakukan asesmen dan kaji cepat di lokasi terdampak serta berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat,” ujarnya.
BPBD juga berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah dan balai wilayah sungai terkait langkah penanganan lanjutan. Berdasarkan hasil koordinasi, penanganan sementara belum direkomendasikan, sementara balai wilayah sungai pusat dijadwalkan melakukan pemetaan pada Senin (8/6) sebagai bagian dari rencana pembangunan tanggul laut permanen.
“Hingga Sabtu siang genangan air masih terjadi di sejumlah titik terdampak. Namun aktivitas masyarakat dilaporkan tetap berjalan normal,” ujar Bambang. (RR)








Komentar