Armada Laut Houthi Yaman Blok Posisi Geostrategik Israel dan AS di Laut Merah

Catatan Diplomasi Politik Pelaut Nuswantar

Pelaut ADIPATI l Kalitbang INDOMARITIM  l  Direktur Eksekutif TRUST  l Presiden SPI  l  Volunteer INMETA 

Armada tempur laut Houthi di Yaman yang didukung angkatan bersenjata Iran telah mengeluarkan peringatan kepada Israel, Amerika Serikat, dan sekutu di negara-negara Eropa. Juru bicara Armada Houthi, al-Qahoum menekankan komitmen mereka untuk pembebasan tanah Palestina dan menyatakan bahwa operasi melawan Israel akan tetap berlanjut meskipun mendapat ancaman keras dari Amerika Serikat dan sekutunya. Peringatan ini muncul setelah dua perusahaan pengiriman besar Maersk dan Hapag-Lloyd memutuskan untuk menangguhkan perjalanan melalui Laut Merah setelah serangkaian serangan oleh Armada Houthi Yaman.

Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, mengakui tindakan Houthi dan menyiratkan bahwa mereka diberikan senjata oleh Iran. Ancaman Houthi membahayakan kebebasan bergerak di Laut Merah, jalur penting untuk pengiriman minyak dan barang secara besar-besaran, yang memengaruhi sekitar 40% perdagangan internasional. Biaya asuransi untuk kapal yang berlayar di wilayah ini melonjak, terutama untuk kapal besar seperti kapal tanker minyak. Meskipun ada patroli kapal perang Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis, kapal komersial tidak memiliki tingkat perlindungan yang sama. Houthi telah mencoba menculik dan merebut beberapa kapal di Laut Merah, berhasil setidaknya sekali pada bulan November. Grant Shapps, Menteri Pertahanan Inggris, melaporkan bahwa kapal HMS Diamond Inggris berhasil menembak jatuh pesawat tak berawak yang diduga menyerang kapal dagang di Laut Merah menggunakan rudal Sea Viper.

Armada Laut Houthi Yaman yang didukung Iran secara intens terus melakukan pembajakan dan serangan pesawat tak berawak terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel di tengah serangan Israel ke Gaza Palestina. Bahkan Houthi telah bersiap menghadapi serangan balasan Amerika Serikat dan Israel sejak 19 November serangan Houthi pertama di lepas pantai Yaman. Armada Houthi telah berhasil menyita sebuah kapal komersial milik Israel di Laut Merah dan menyandera seluruh awak kapalnya. Begitu juga dengan serangan drone Shahed-136 yang telah menyerang sebuah kapal kontainer milik Israel pada 24 November di Samudera Hindia. Varian drone Houthi Shahed-136 yang disebut Waid tengah berpatroli overseas dalam lintasan laut merah secara intens. Sampai ketegangan mencapai puncaknya saat rudal-rudal ditembakkan Houthi di Yaman setelah sebuah kapal Angkatan Laut AS menanggapi panggilan darurat kapal Israel.

Penggunaan sistem pertahanan Arrow, yang dirancang untuk mencegat rudal di ketinggian, menunjukkan bahwa Houthi menggunakan rudal jarak jauh yang lebih canggih dalam upaya serangan tersebut. Jet-jet tempur Israel juga mencegat apa yang digambarkan sebagai ancaman udara. Menurut Israel, semua ancaman dicegat di luar wilayahnya. Upaya serangan terhadap Israel menandai peningkatan eskalasi angkatan bersenjata Houthi dan membuat Amerika Serikat terpaksa mengambil posisi penguasaan militer di laut merah untuk menghindari potensi perang meluas. Mengingat Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian telah memperingatkan tidak akan tinggal diam atas dukungan penuh AS terhadap Israel. Walaupun ini adalah kali pertama Houthi terlibat dalam perang asing, namun akan menjadi awal dari gerbang perang dunia ketiga.

Adv Banner

Komentar

Berita Terbaru