Hamilton, indomaritim.com – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengecam serangan drone terhadap pembangkit listrik di luar perimeter dalam Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah di Uni Emirat Arab (UEA) pada awal bulan ini.
Menurut Antara, DK PBB juga memperingatkan risiko serius atas serangan itu terhadap warga sipil dan lingkungan setempat.
“Para anggota Dewan Keamanan mengecam keras serangan pesawat nirawak yang keji terhadap sebuah pembangkit listrik di luar perimeter dalam PLTN Barakah di wilayah Al Dhafra, Uni Emirat Arab,” kata anggota DK PBB dalam sebuah pernyataan pers, Selasa (26/5).
DK PBB menegaskan serangan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional, yang menimbulkan risiko serius bagi nyawa warga sipil, infrastruktur, dan lingkungan.
DK PBB juga menuntut penghentian segera dan permanen atas semua serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil di UEA, termasuk fasilitas nuklir yang damai.
Para anggota Dewan juga mencatat pernyataan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi, yang menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut, sambil menekankan bahwa operasi militer yang mengancam keselamatan nuklir tidak dapat diterima.
“Para anggota Dewan Keamanan menyerukan kepada negara-negara untuk mematuhi standar tertinggi keselamatan, keamanan, dan pengamanan nuklir, serta menahan diri dari tindakan apa pun yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan nuklir,” demikian pernyataan tersebut.
DK PBB kembali menekankan PLTN Barakah dirancang, dibangun, dan dioperasikan sesuai dengan standar internasional tertinggi di bawah Otoritas Federal untuk Regulasi Nuklir UAE serta pengawasan IAEA. Dewan juga menegaskan kembali dukungan kuat untuk integritas teritorial dan kedaulatan negara Timur Tengah tersebut. (RR)












Komentar