Moskow, indomaritim.com – Pemerintah Belanda mengirim kapal penyapu ranjau HNLMS Willemstad ke Laut Mediterania untuk mengikuti misi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang dapat dikerahkan ke Selat Hormuz jika diperlukan.
Menruut Antara, Menteri Pertahanan Belanda Dilan Yesilgoz-Zegerius mengatakan kapal tersebut akan bergabung dengan Gugus Tugas Maritim NATO di Laut Mediterania.
“Dari sana, jika diperlukan, kapal dapat dikerahkan ke Selat Hormuz, jalur perdagangan penting untuk minyak dan gas,” kata Yesilgoz-Zegerius melalui akun X, Rabu
Ia mengatakan pemerintah Belanda sedang menjajaki opsi pengerahan kapal penyapu ranjau itu ke Selat Hormuz bersama negara-negara sekutunya.
Pekan lalu, pemimpin militer dari sekitar 40 negara menggelar perundingan yang dipimpin Inggris dan Prancis.
Pernyataan bersama setelah pertemuan menyebut misi koalisi untuk membuka kembali Selat Hormuz akan melengkapi proses diplomatik guna menyelesaikan konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata pada 7 April, namun perundingan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa terobosan.
Peningkatan konflik di sekitar Iran menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia ke pasar global.
Kondisi itu juga memengaruhi ekspor dan produksi minyak, serta mendorong kenaikan harga bahan bakar dan produk industri di banyak negara. (RR)










Komentar