Aman, Habitat Peneluran Penyu di Pulau-Pulau Kecil

Hasil survei Kementerian Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur

Daerah152 Dilihat

Samarinda, indomaritim.com – Hasil survei oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan pemerintah daerah serta Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) mengungkapkan habitat peneluran penyu di pulau-pulau kecil Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dalam kondisi hijau alias aman.

“Survei dilakukan di sejumlah lokasi penting seperti Pulau Mataha, Bilang-bilangan, Sangalaki, Derawan, Teluk Sulaiman, hingga Balikukup,” ujar Direktur Program Kelautan YKAN Muhammad Ilman di Samarinda, Jumat seperti dikutip Antara.

Kegiatan ini mencakup survei habitat peneluran penyu, pemantauan populasi menggunakan teknologi pesawat nirawak, termasuk survei persepsi masyarakat pesisir terhadap konservasi penyu.

Berau merupakan bagian penting dari bentang laut Sulu-Sulawesi yang berada di kawasan Segitiga Terumbu Karang dunia. Wilayah ini dikenal sebagai habitat penting penyu hijau (Chelonia mydas) terbesar di Indonesia, sekaligus menjadi jalur migrasi berbagai spesies laut bernilai ekologis tinggi.

Survei ini juga didukung oleh Program Solutions for Marine and Coastal Resilience in the Coral Triangle (SOMACORE) ini, termasuk melakukan penguatan pengelolaan kawasan konservasi berbasis ilmu pengetahuan dan partisipasi masyarakat.

Selain pemantauan ekologis, survei juga menggali persepsi masyarakat pesisir terhadap penyu. Sebanyak 75 nelayan dari Balikukup, Derawan, Maratua, Teluk Sulaiman, dan Biduk-Biduk diwawancarai dalam survei ini.

Hasilnya menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penyu relatif tinggi. Sebanyak 98 persen responden mengetahui bahwa memburu penyu merupakan tindakan ilegal.

Sebagian besar nelayan mengaku masih sering menjumpai penyu di laut maupun di pantai sepanjang tahun, terutama penyu hijau dan penyu sisik. Banyak responden menilai populasi penyu kini mulai meningkat dibanding masa lalu karena adanya perlindungan hukum, pengawasan, dan kegiatan konservasi.

Sementara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Irhan Hukmaidy, menyampaikan bahwa hasil pemantauan ini menjadi dasar penting dalam memperkuat pengelolaan kawasan konservasi di Berau.

“Berau memiliki nilai ekologis yang sangat penting tidak hanya bagi Kaltim, tapi juga bagi dunia. Hasil pemantauan ini menunjukkan bahwa habitat peneluran penyu di sejumlah lokasi masih sangat baik dan perlu terus dijaga melalui pengelolaan kawasan konservasi dengan kolaborasi bersama masyarakat,” ujarnya.

Irhan menambahkan, pemerintah daerah terus mendorong penguatan pengawasan kawasan, pengelolaan wisata berkelanjutan, serta edukasi masyarakat untuk mendukung keberlangsungan populasi penyu di Berau.

“Dari 27 titik pengamatan, sebanyak 26 titik masuk kategori hijau atau sangat sesuai sebagai lokasi peneluran penyu. Lokasi-lokasi tersebut memiliki karakteristik pantai yang mendukung, seperti pasir yang sesuai, kemiringan pantai ideal, vegetasi alami, serta minim gangguan manusia,” kata Irhan.  (RR)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar