Jakarta, 24/2 Indomaritim.com – Rencana induk atau master plan perlindungan Pantai Utara (Pantura) Jawa segera disusun, kata Ketua Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), Didit Herdiawan Ashaf di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Menurut Didit, pihaknya bekerja sama dengan berbagai kementerian dan atau lembaga terkait, seperti universitas dan para tenaga ahli untuk penyusunan rencana induk tersebut.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyebutkan, Proyek Strategis Nasional Tanggul Laut Raksasa (Giant Sea Wall) yang membentang sepanjang pantai utara Jawa segera dibangun untuk melindungi 50 juta penduduk dari tingginya permukaan air laut.
Prabowo menjelaskan, pembangunan tanggul laut raksasa sepanjang 535 kilometer di Pantura itu menjadi solusi dalam menghadapi kenaikan air laut sekitar 5 centimeter per tahun akibat dampak perubahan iklim.
Prabowo menilai ancaman perubahan iklim sudah di depan mata. Selain itu, sebanyak 60 persen industri nasional berada di kawasan pantai utara Jawa.
Lahan sawah produktif yang menjadi lumbung pangan nasional juga dapat terancam jika tanggul laut tidak segera dibangun.
Prabowo menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi rakyat dan aset strategis bangsa.
Sejumlah fase pembangunan Giant Sea Wall akan ditawarkan untuk kerja sama pendanaan dengan negara mitra. Pembiayaan proyek difokuskan pada skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Pembangunan proyek tanggul laut telah masuk dalam perencanaan Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) sejak 1995. Proyek itu membutuhkan biaya sedikitnya 80 miliar dolar AS atau setara Rp1.297 triliun. (Ant)








Komentar